Skip to main content

Bersyukur

Pergi ke RSHS itu membuat saya jauh lebih bersyukur. Bagaimana tidak. Begitu masuk melalui pintu yang banyak orang antri di loket jamkesmas, saya menemukan pria bertelanjang dada yang dibawa dengan tempat tidur yang ada rodanya, sepertinya dia sedang tidak sadarkan diri, ada juga seorang ibu yang entah kenapa wajahnya tampak seperti ditarik ke salah satu sisi. Ada anak yang masih bisa tertawa padahal hampir seluruh kakinya di Gips, dan lagi-lagi dia dibawa dengan tempat tidur yang ada rodanya itu.

Puluhan orang mengantri diloket yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan jasa pengobatan yang murah, atau mungkin gratis. tidak peduli panas, tidak peduli lelah, bau, pengap, dan tentu tidak peduli kalau sedang sakit. Semuanya dilakukan entah dengan keterpaksaan atau dengan kerelaan hati, tapi yang jelas semuanya tetap dilakukan, demi untuk mendapatkan jasa pengobatan, biar bisa sembuh. Bisa sehat lagi. Dan tentu saja biar bisa tetap hidup.

Comments

Popular posts from this blog

tes kepribadian

Jangan curang dengan mengintip terlebih dahulu jawabannya. Otak kita itu seperti parasut. Bekerja dengan baik jika dalam keadaan terbuka. Sangat menyenangkan untuk dilakukan, tapi Anda harus mengikuti instruksinya secara perlahan-lahan. Ucapkan keinginan Anda sebelum memulai tes! Perhatian !!!! Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pilihan hati Anda sendiri. Hanya terdapat 4 pertanyaan dan jika Anda mengintip semua sebelum Anda menyelesaikannya, Anda tidak akan mendapat jawaban yang jujur mengenai diri Anda. Arahkan ke bawah secara perlahan, jawablah semua tes secara berurutan dan jujur. Jangan mengintip pertanyaan nomor berikutnya jika belum menjawab jawaban yang di atasnya. Gunakan pensil dan kertas untuk menulis jawaban Anda! Anda akan memerlukannya pada saat ingin mengetahui jawaban yang jujur tentang Anda. Semua jawaban akan menceritakan banyak hal tentang Anda sendiri. Jangan takut, ini hanya tes personality Dalai Lama .... :)) PERSONALITY TEST : Ingat tulis jawab...

Menunggu Hujan Reda

Dua orang wanita yang duduk beberapa meter di depan saya tampak berdiskusi alot tentang meriahnya sebuah pesta, mereka membahas tentang teman mereka yang mabuk, tentang pakaian si A, pakaian si B, dan tidak lupa mereka juga membahas kisah kasih asmara yang mungkin terjadi di pesta itu, entah pesta apa, entah dimana, dan entah pestanya siapa. Di sudut yang lain, dua orang tukang ojek yang sedang berteduh menunggu hujan reda, tampak berbincang tentang hari raya, tentang kemana mudiknya, bagaimana mudiknya, tentang anak mereka yang belum beli baju baru. Ada juga dua orang asing yang kebetulan duduknya sebelah saya, yang satu menceritakan bagaimana dia menaklukan beberapa wanita lokal dengan uang yang dia punya, yang satu lagi begitu antusias mendengarkan, seperti anak Sekolah Dasar yang kagum ketika guru mereka menceritakan tentang Jendral Sudirman.. Hmmph... 

mariana renata