Skip to main content

Monster Hidung...

Tadi malam saya bertemu monster.. Menyeramkan sekali!!! mukanya hidung semua, tidak ada mata tidak ada bibir, tidak ada bulu mata dan alis. pokoknya hidung semua. Pokonya menyeramkan, apalagi masih tampak sedikit komedo dan jerawat di sana sini...

Ada perasaan yang campur aduk saat bertemu monster tersebut, rame rasanya seperti nano-nano tapi tidak manis asam asin, melainkan antara takut, kesian juga ingin tertawa.

Takut juga melihat monster itu lama-lama, muka penuh dengan hidung beserta kotorannya. Ada hidung yang menghadap ke atas, ke kiri, ke kanan dan tentu saja ke bawah. Tapi kesian juga bagaimana kalo dia terkena flu? Hidung mana yang harus dia dahulukan untuk membuang ingus? bagaimana kalo hujan bukankah air hujan akan menggenang di bagian hidung yang menghadap ke atas?
Tapi ada juga rasa geli ketika melihat monster itu, membayangkan dia kerepotan mengeringkan kotoran hidung sambil sesekali melindungi hidungnya dari tahi burung yang jatuh...hahaha




Comments

Popular posts from this blog

tes kepribadian

Jangan curang dengan mengintip terlebih dahulu jawabannya. Otak kita itu seperti parasut. Bekerja dengan baik jika dalam keadaan terbuka. Sangat menyenangkan untuk dilakukan, tapi Anda harus mengikuti instruksinya secara perlahan-lahan. Ucapkan keinginan Anda sebelum memulai tes! Perhatian !!!! Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pilihan hati Anda sendiri. Hanya terdapat 4 pertanyaan dan jika Anda mengintip semua sebelum Anda menyelesaikannya, Anda tidak akan mendapat jawaban yang jujur mengenai diri Anda. Arahkan ke bawah secara perlahan, jawablah semua tes secara berurutan dan jujur. Jangan mengintip pertanyaan nomor berikutnya jika belum menjawab jawaban yang di atasnya. Gunakan pensil dan kertas untuk menulis jawaban Anda! Anda akan memerlukannya pada saat ingin mengetahui jawaban yang jujur tentang Anda. Semua jawaban akan menceritakan banyak hal tentang Anda sendiri. Jangan takut, ini hanya tes personality Dalai Lama .... :)) PERSONALITY TEST : Ingat tulis jawab...

Menunggu Hujan Reda

Dua orang wanita yang duduk beberapa meter di depan saya tampak berdiskusi alot tentang meriahnya sebuah pesta, mereka membahas tentang teman mereka yang mabuk, tentang pakaian si A, pakaian si B, dan tidak lupa mereka juga membahas kisah kasih asmara yang mungkin terjadi di pesta itu, entah pesta apa, entah dimana, dan entah pestanya siapa. Di sudut yang lain, dua orang tukang ojek yang sedang berteduh menunggu hujan reda, tampak berbincang tentang hari raya, tentang kemana mudiknya, bagaimana mudiknya, tentang anak mereka yang belum beli baju baru. Ada juga dua orang asing yang kebetulan duduknya sebelah saya, yang satu menceritakan bagaimana dia menaklukan beberapa wanita lokal dengan uang yang dia punya, yang satu lagi begitu antusias mendengarkan, seperti anak Sekolah Dasar yang kagum ketika guru mereka menceritakan tentang Jendral Sudirman.. Hmmph... 

mariana renata