Skip to main content

Sesal

Malam ini saya sakiti kamu, malam ini saya biarkan emosi ini meledak dan melukai kamu hingga air mata itu jatuh.

Malam ini saya menyesal, sesal yang sepertinya memang tidak berguna jika datang belakangan, tapi memang selalu datang di akhir layaknya polisi India berkumis tebal denan seragam hijau atau coklat dan tongkat hitam di tangan kanan dan entah kebetulan atau sudah SNI (Red: Standar Nasional India) selalu berpangkat inspektur.

Hapuslah air matamu sayanag, biarkan tangan kasar ini membasuh butiran-butiran air matamu yang masih tersisa di kedua pipimu itu,

Biarkan saya menebus semua sakit yang terlanjur saya berikan. Biarkan saya mencoba membuat kamu tersenyum kembali pada bagian akhir cerita ini. Biarkan saya membuat kamu tertawa kembali, tersenyum kembali dan pada akhirnya kita berdua menikmati sisa malam ini berdua saja.

Comments

Popular posts from this blog

tes kepribadian

Jangan curang dengan mengintip terlebih dahulu jawabannya. Otak kita itu seperti parasut. Bekerja dengan baik jika dalam keadaan terbuka. Sangat menyenangkan untuk dilakukan, tapi Anda harus mengikuti instruksinya secara perlahan-lahan. Ucapkan keinginan Anda sebelum memulai tes! Perhatian !!!! Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pilihan hati Anda sendiri. Hanya terdapat 4 pertanyaan dan jika Anda mengintip semua sebelum Anda menyelesaikannya, Anda tidak akan mendapat jawaban yang jujur mengenai diri Anda. Arahkan ke bawah secara perlahan, jawablah semua tes secara berurutan dan jujur. Jangan mengintip pertanyaan nomor berikutnya jika belum menjawab jawaban yang di atasnya. Gunakan pensil dan kertas untuk menulis jawaban Anda! Anda akan memerlukannya pada saat ingin mengetahui jawaban yang jujur tentang Anda. Semua jawaban akan menceritakan banyak hal tentang Anda sendiri. Jangan takut, ini hanya tes personality Dalai Lama .... :)) PERSONALITY TEST : Ingat tulis jawab...

Menunggu Hujan Reda

Dua orang wanita yang duduk beberapa meter di depan saya tampak berdiskusi alot tentang meriahnya sebuah pesta, mereka membahas tentang teman mereka yang mabuk, tentang pakaian si A, pakaian si B, dan tidak lupa mereka juga membahas kisah kasih asmara yang mungkin terjadi di pesta itu, entah pesta apa, entah dimana, dan entah pestanya siapa. Di sudut yang lain, dua orang tukang ojek yang sedang berteduh menunggu hujan reda, tampak berbincang tentang hari raya, tentang kemana mudiknya, bagaimana mudiknya, tentang anak mereka yang belum beli baju baru. Ada juga dua orang asing yang kebetulan duduknya sebelah saya, yang satu menceritakan bagaimana dia menaklukan beberapa wanita lokal dengan uang yang dia punya, yang satu lagi begitu antusias mendengarkan, seperti anak Sekolah Dasar yang kagum ketika guru mereka menceritakan tentang Jendral Sudirman.. Hmmph... 

mariana renata