Skip to main content

Biarkanlah...

Sudahlah biarkan saja..
Biarkan dia hilang, pergi bersama seorang pria hitam berambut keriting dengan pistol ditangan
Tak perlulah kamu sesali lagi semua..
Tak perlulah kamu menangis semalam seperti yang audi berpipi tidak chubby bilang
Tak perlulah kamu melamun diatas atap reyot rumah pak RT dengan gitar bersenar 4 yang kamu pinjam dari anak paman petani bernama Diana sambil sesekali mendendangkan lagu Hamdan ATT..
Tak perlulah itu semua

Cukup tersenyum dan bersyukur dengan apa yang kamu miliki sekarang..
Tidak apa-apalah kamu melamun sebentar sajah sambil menghisap beberapa puntung rokok dua tiga empat sisa tadi pagi yang ternyata masih bisa kamu nyalakan dengan korek api cap tiga duren seharga 200 rupiah yang kamu beli di kios bercat hijau milik seorang nenek tua bergigi dua yang entah kenapa enggan di sebut janda..

Sudahlah tidak perlu di sesali lagi
Tersenyumlah karena ternyata saat ini kamu masih bernyawa..

Comments

Popular posts from this blog

tes kepribadian

Jangan curang dengan mengintip terlebih dahulu jawabannya. Otak kita itu seperti parasut. Bekerja dengan baik jika dalam keadaan terbuka. Sangat menyenangkan untuk dilakukan, tapi Anda harus mengikuti instruksinya secara perlahan-lahan. Ucapkan keinginan Anda sebelum memulai tes! Perhatian !!!! Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pilihan hati Anda sendiri. Hanya terdapat 4 pertanyaan dan jika Anda mengintip semua sebelum Anda menyelesaikannya, Anda tidak akan mendapat jawaban yang jujur mengenai diri Anda. Arahkan ke bawah secara perlahan, jawablah semua tes secara berurutan dan jujur. Jangan mengintip pertanyaan nomor berikutnya jika belum menjawab jawaban yang di atasnya. Gunakan pensil dan kertas untuk menulis jawaban Anda! Anda akan memerlukannya pada saat ingin mengetahui jawaban yang jujur tentang Anda. Semua jawaban akan menceritakan banyak hal tentang Anda sendiri. Jangan takut, ini hanya tes personality Dalai Lama .... :)) PERSONALITY TEST : Ingat tulis jawab...

Menunggu Hujan Reda

Dua orang wanita yang duduk beberapa meter di depan saya tampak berdiskusi alot tentang meriahnya sebuah pesta, mereka membahas tentang teman mereka yang mabuk, tentang pakaian si A, pakaian si B, dan tidak lupa mereka juga membahas kisah kasih asmara yang mungkin terjadi di pesta itu, entah pesta apa, entah dimana, dan entah pestanya siapa. Di sudut yang lain, dua orang tukang ojek yang sedang berteduh menunggu hujan reda, tampak berbincang tentang hari raya, tentang kemana mudiknya, bagaimana mudiknya, tentang anak mereka yang belum beli baju baru. Ada juga dua orang asing yang kebetulan duduknya sebelah saya, yang satu menceritakan bagaimana dia menaklukan beberapa wanita lokal dengan uang yang dia punya, yang satu lagi begitu antusias mendengarkan, seperti anak Sekolah Dasar yang kagum ketika guru mereka menceritakan tentang Jendral Sudirman.. Hmmph... 

mariana renata