Skip to main content

Sebelas

Tidak terasa sudah tanggal dua bulan sebelas, orang-orang sibuk berbenah, ada teman yang mulai stress karena hari pernikahan yang semakin dekat. Ada teman yang menyadari keterlambatannya berdasarkan time line penelitian yang dia buat sendiri. Ada yang membahas kembali momen-momen 10 bulan  ke belakang. Ada juga teman yang mulai mempersiapkan kedatangan tahun 2013, mulai berpikir akan menghabiskan liburan tahun baru di mana, memikirkan resolusi apa untuk tahun mendatang. Barang-barang apa saja yang ingin dibeli, tempat mana saja yang ingin dituju.

Hmmph..semua sibuk dengan rencana dan aktivitas yang mereka bentuk dalam kepala masing-masing. Ada yang terlambat, ada yang terlalu cepat, tapi asal menikmati saya rasa tidak ada masalah.

Sementara saya? saya bahkan sempat lupa kalau ini sudah bulan November. Rasanya saya jauh tertinggal dengan putaran roda nasib. Sementara roda hidup terus membawa perubahan-perubahan pada saya dan lingkungan, saya masih mencerna dan berusaha memahami perubahan-perubahan tersebut. Lulus kuliah, mendapat kerja, kepindahan pacar saya, teman-teman saya yang semakin sulit ditemui, Band yang tiba-tiba bubar, futsal yang tiba-tiba sepi peminat. Perubahan yang setiap hari dalam perjalanan pulang, selalu berusaha saya cerna dan pahami, walau sampai saat ini belum bisa saya terima.

Kalau ini dunia doreamon, mungkin saya akan meminta kucing tersebut membawa saya kembali waktu dimana makan pece lele bersama pacar saya bisa dilakukan kapan saja, waktu dimana teman-teman saya tiba-tiba sudah berada di depan kamar untuk minta bantuan, waktu dimana bermain bola menjadi waktu dimana teman-teman saya berkumpul. Waktu dimana hampir setiap bulan saya bisa duduk di tenda artis sambil  menunggu dibawakan minuman oleh panitia.

Sayang ini bukan dunia doreamon. Ini dunia dimana roda kehidupan terus berputar membawa perubahan bernama kehidupan. Kalau kata John Lennon " Lifes is what happens while you are busy making other plans " siap atau tidak siap, toh perubahan ini akan terus saya jalani. Kalau sore ini masih belum bisa memahaminya, masih ada sore-sore lain yang bisa dihabiskan untuk kembali mencerna semua perubahan sambil mendengarkan lagu adhitia sofyan.

Bismillah..

Comments

Popular posts from this blog

tes kepribadian

Jangan curang dengan mengintip terlebih dahulu jawabannya. Otak kita itu seperti parasut. Bekerja dengan baik jika dalam keadaan terbuka. Sangat menyenangkan untuk dilakukan, tapi Anda harus mengikuti instruksinya secara perlahan-lahan. Ucapkan keinginan Anda sebelum memulai tes! Perhatian !!!! Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pilihan hati Anda sendiri. Hanya terdapat 4 pertanyaan dan jika Anda mengintip semua sebelum Anda menyelesaikannya, Anda tidak akan mendapat jawaban yang jujur mengenai diri Anda. Arahkan ke bawah secara perlahan, jawablah semua tes secara berurutan dan jujur. Jangan mengintip pertanyaan nomor berikutnya jika belum menjawab jawaban yang di atasnya. Gunakan pensil dan kertas untuk menulis jawaban Anda! Anda akan memerlukannya pada saat ingin mengetahui jawaban yang jujur tentang Anda. Semua jawaban akan menceritakan banyak hal tentang Anda sendiri. Jangan takut, ini hanya tes personality Dalai Lama .... :)) PERSONALITY TEST : Ingat tulis jawab...

Menunggu Hujan Reda

Dua orang wanita yang duduk beberapa meter di depan saya tampak berdiskusi alot tentang meriahnya sebuah pesta, mereka membahas tentang teman mereka yang mabuk, tentang pakaian si A, pakaian si B, dan tidak lupa mereka juga membahas kisah kasih asmara yang mungkin terjadi di pesta itu, entah pesta apa, entah dimana, dan entah pestanya siapa. Di sudut yang lain, dua orang tukang ojek yang sedang berteduh menunggu hujan reda, tampak berbincang tentang hari raya, tentang kemana mudiknya, bagaimana mudiknya, tentang anak mereka yang belum beli baju baru. Ada juga dua orang asing yang kebetulan duduknya sebelah saya, yang satu menceritakan bagaimana dia menaklukan beberapa wanita lokal dengan uang yang dia punya, yang satu lagi begitu antusias mendengarkan, seperti anak Sekolah Dasar yang kagum ketika guru mereka menceritakan tentang Jendral Sudirman.. Hmmph... 

Manusia

Manusia itu abu-abu bukan hitam atau putih, bukan iblis bukan juga malaikat. Tak sepenuhnya menjadi penjahat, juga bukan seorang yang taat. Bukankah justru itu yang membuat dia disebut manusia pada hakikatnya!!