Skip to main content

PERSIBKU HARGA DIRIKU…


Tak pernah daLam sejarah konflik kemanusiaan, sedemikian banyak orang yang berutang atau menggantungkan diri kepada begitu sedikit orang”

Kalimat diatas merupakan kutipan dari pidato PM Inggris saat perang dunia ke II Winston Churchill, Pidalto itu diberikan saat memberikan pujian kepada angkatan udara Inggris yang berhasil mengalahkan angkatan udara Jerman.

Setelah membaca kutipan diatas saya merasa bahwa ada kesamaan kondisi yang dialami oleh rakyat Inggris saat itu dengan kondisi yang terjadi pada bobotoh Persib Maung Bandung yang berjumlah ratusan ribu orang atau bahkan mungkin jutaan orang yang bergantung kepada puluhan orang pemain serta puluhan orang manajemen dan staff PERSIB Maung Bandung.

Betapa tidak, saat PERSIB bertanding, jutaan orang bobotoh menggantungkan harapan kepada tim kebanggaan Bandung ini, harapan yang tentu saja adalah kemenangan, tidak ada yang bisa dilakukan oleh bobotoh selain tidak henti-hentinya berdoa dan mendukung PERSIB, karena seperti kita ketahui bersama bahwa, Kemenangan PERSIB merupakan kemenangan bobotoh, kekalahan PERSIB merupakan kekalahan bobotoh juga. Jadi dengan kata lain bahwa harga diri PERSIB merupakan harga diri warga Bandung juga.

Oleh karena harga diri PERSIB merupakan harga diri bobotoh maka tak jarang kita lihat kegembiraan yang terpancar dari wajah para bobotoh saat melihat tim kesayangannya menag tak jarang kita melihat tangis dan haru dari wajah para pendukung maung Bandung saat melihat tim jagoannya berhasil menaklukan lawannya. Tetapi adakalanya juga ekspresi kekecewaan yang terlihat dari wajah penonton saat PERSIB takluk seperti saat 4 pertandingan pertama musim ini ekspresi ini muncul karena mereka merasa harga diri mereka telah dikalahkan.

Berbagai ekspresi itu menandakan kecintaan bobotoh pada PERSIB, mereka tidak ingin PERSIB terpuruk, mereka hanya ingin tim kesayangan mereka ini meraih kejayaan seperti dulu. Mereka ingin harga diri mereka jadi harga diri yang tertinggi. Oleh karena itu kami bobotoh menggantungkan sejuta harapan kepada seluruh elemen yang berkaitan dengan PERSIB baik itu manajemen, pelatih, staff dan tentu nya pemain itu sendiri agar terus berjuang untuk mencapai puncak tertinggi. Karena harga diri PERSIB adalah harga diri kami para bobotoh…

Every things is gonna be All right

Trust me Cause I’m giving you all my Life

Maju Maju PERSIB Bandung,

Jadilah ranking ke Satu

Comments

Ui bjok said…
ui ga ngerti tentang sepak bola, tapi yang ui tau persib emang icon bandung banget. sayangnya kalo kalah ga jarang yang nonton suka rusuh, jadi aja imej bobotoh sedikit negatif...

coba kalo yang nonton adem ayem (kaya pertandingan2 di luar negeri) kayanya ui pengen nonton langsung...
fuad hasan said…
ga usah ngerti, sepak bola itu bukan untuk dimengerti tapi dirasakan, tanpa orang sadari sepak bola udah merubah dunia secara global
Ui bjok said…
hmmm baiklah

gmn ui bs ngerasain kalo g bs bedain off side sm out?? *sweat*

atau merasakan ketimpuk bola?
pernah tu...
yg ui tw dia merubah muka ui jg merah dan kpala ui jg benjol

Popular posts from this blog

My favourite Movie Quotes

The mythology of Superheros Comic is not only great, it's unique. there's the superhero and there's the alter ego. Batman is actually Bruce Wayne, Spider-Man is actually Peter Parker. When that character wakes up in the morning, he's Peter Parker. He has to put on a costume to become Spider-Man and it is in that characteristic   Superman stands alone. Superman didn't become Superman, Superman was born Superman. When Superman wakes up in the morning, he's Superman.   His alter ego is Clark Kent. His outfit with the big red "S", that's the blanket he was wrapped in as a baby when the Kents found him. Those are his clothes. What Kent wears,the glasses, the business suit, that's the costume.  That's the costume Superman wears to blend in with us.   Clark Kent is how Superman views us. And what are the characteristics of Clark Kent? He's weak.. he's unsure of himself, he's a coward. Clark Kent is Superman's critique on...

Lebaran

Lebaran taun ini cukup berkesan, kedatangan orang-orang baru, semakin memperkaya cerita. Menghabiskan hari raya bersama Jihan mungkin salah satu ekspekstasi saya selama ramadhan kemarin. Jihan yang sekarang sudah hampir berumur dua tahun, Jihan yang sekarang memanggil saya "Pu", yang sudah bisa pura-pura jatuh lalu bilang "Aduh", yang sekarang selalu minta diputarkan video clip crazy frog kalo masuk kamar saya. Jihan yang selalu membawa keceriaan dalam keluarga saya. Terima Kasih.

Secangkir Kopi dan Teh Hijau...

Ini bukan tentang seberapa jauhnya jarak yang membentang antara kamu dan saya, ini bukan tentang bagaimana sulitnya saya dan kamu bertemu dan berbincang hanya sekedar menyapa dan bertanya ada apa. Ini juga bukan tentang nikmatnya segelas kopi dan teh hijau yang biasa kamu nikmati sambil membaca Nina Garcia ketika sore hari tiba dan menyapa. Ini tentang suatu sore dimana kita duduk bersama, sambil menikmati dinginnya kopi hitam dan hangatnya teh hijau, berbincang dan bercerita tentang betapa cerdasnya sang penemu sabun cuci berwarna merah, tentang ibu kota yang dipenuhi Super Mall dimana-mana, dan masa-masa sekolah yang kembali terulang di S2. Ini tentang bagaimana akhirnya kita bertemu, saling bertanya dan menyapa secara nyata. Ini tentang bagaimana saya akhirnya bisa memperhatikan kamu yang bercerita sambil sesekali membetulkan letak kaca mata, memperhatikan kamu yang sesekali tertawa ketika bercerita tentang bagaimana kamu mengemudi tanpa kaca mata. Ini bukan tentang ni...