Skip to main content

Kapal Laut

Pukul 10 tadi pagi saya mendapati diri saya terbangun dengan rasa sakit dikepala dalam suatu ruangan berjeruji yang sangat luas. Dari luar ruangan samar-samar terdengar suara Chris Martin menyanyikan salah satu lagu Radiohead. Begitu saya bangkit saya tersadar saya berada diantara gelimpangan mayat-mayat tanpa kepala. Tercium bau amis yang berasal dari cucuran darah-darah segar mereka.

Saya sadari kemudian bahwa saya tengah berada ditengah kapak laut besar di tengah lautan pasifik. Secara perlahan otak saya mulai mengembalikan memori-memori yang sempat hilang saat saya tertidur, saya ingat tadi malam ketika seluruh saraf tubuh saya dipengaruhi oleh amphetamine, saya memisahkan kepala dan tubuh para kapitalis ini dengan kampak berkarat yang saya beli dari seorang pandai besi tanpa kaki kiri.

Comments

Anonymous said…
di lautan pasifik?
hmm... seperti adegan mr. alex film madagaskar atuh waktu jatoh dari kapalnya trus terobang-ambing di laut..

Popular posts from this blog

tes kepribadian

Jangan curang dengan mengintip terlebih dahulu jawabannya. Otak kita itu seperti parasut. Bekerja dengan baik jika dalam keadaan terbuka. Sangat menyenangkan untuk dilakukan, tapi Anda harus mengikuti instruksinya secara perlahan-lahan. Ucapkan keinginan Anda sebelum memulai tes! Perhatian !!!! Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pilihan hati Anda sendiri. Hanya terdapat 4 pertanyaan dan jika Anda mengintip semua sebelum Anda menyelesaikannya, Anda tidak akan mendapat jawaban yang jujur mengenai diri Anda. Arahkan ke bawah secara perlahan, jawablah semua tes secara berurutan dan jujur. Jangan mengintip pertanyaan nomor berikutnya jika belum menjawab jawaban yang di atasnya. Gunakan pensil dan kertas untuk menulis jawaban Anda! Anda akan memerlukannya pada saat ingin mengetahui jawaban yang jujur tentang Anda. Semua jawaban akan menceritakan banyak hal tentang Anda sendiri. Jangan takut, ini hanya tes personality Dalai Lama .... :)) PERSONALITY TEST : Ingat tulis jawab...

Menunggu Hujan Reda

Dua orang wanita yang duduk beberapa meter di depan saya tampak berdiskusi alot tentang meriahnya sebuah pesta, mereka membahas tentang teman mereka yang mabuk, tentang pakaian si A, pakaian si B, dan tidak lupa mereka juga membahas kisah kasih asmara yang mungkin terjadi di pesta itu, entah pesta apa, entah dimana, dan entah pestanya siapa. Di sudut yang lain, dua orang tukang ojek yang sedang berteduh menunggu hujan reda, tampak berbincang tentang hari raya, tentang kemana mudiknya, bagaimana mudiknya, tentang anak mereka yang belum beli baju baru. Ada juga dua orang asing yang kebetulan duduknya sebelah saya, yang satu menceritakan bagaimana dia menaklukan beberapa wanita lokal dengan uang yang dia punya, yang satu lagi begitu antusias mendengarkan, seperti anak Sekolah Dasar yang kagum ketika guru mereka menceritakan tentang Jendral Sudirman.. Hmmph... 

mariana renata