Skip to main content

Posts

sinting..

Disuatu negeri miskin bernama konon, ada seorang anak tonggos berkulit hitam cakeutreuk bernama iblis bertanya, kepada sang presiden yang mengaku dirinya Tuhan. Iblis :“Pak Presiden, Pak presiden… Presiden : iya nak? Iblis :ada yang ingin saya tanyakan Presiden : Silahkan.. Iblis : Apakah wajah Tuhan di Negara lain sama buruknya dan menjijikan dengan wajah Tuhan di Negara ini”

bebebebebebebebeb...

Saat ini pukul 14:51 ditaman kota ini Mata saya masih berada di taman ini dan melihat dengan jelas sepasang ABG berdandan emo berjalan gandengan tangan dibalik angkot abu-abu. Mulut, tangan, hidung dan tenggorokan bahkan paru-paru saya masih sangat kompak berada ditaman ini saling bahu membahu menghisap daun-daun tembakau berbungkus kertas putih berlogo huruf alfabet. Kedua telinga ini masih bisa dengan jelas mendengar kompilasi nyanyian suara burung dan gonggongan anjing hitam dibalik tong sampah bau, begitu pun ketika tanpa sengaja simfoni suara dari kedua binatang itu di rusak suara seorang anak pengamen berdandan ala skinhead dengan jaket hitam dengan lambang nazi di bagian kanan nya yang dengan percaya diri penuh memetik dawai gitar untuk kemudian menyanyikan lagu hijau daun. Tetapi pikiran saya sepertinya pergi lebih jauh, Pikiran ini berusaha keras memvisualisasikan potongan-potongan wajah si angka 13, tersenyum dengan kawat gigi dan guratan kecil di pipi. Pikiran ini membawa sa...

07:30

Waktu menunjukan 07:30 AM, matahari Jakarta masih sedikit malu-malu memancarkan cahayanya. Saya segera memasang earphone dan menyalakan pemutar MP3 untuk kemudian beranjak menuju halte bus Semanggi. Ditemani sebatang rokok dan segelas kopi hangat, saya biasanya menghabiskan 15 menit untuk duduk dan mengamati keadaan pagi kota Jakarta. Kegiatan seperti itu seakan menjadi rutinitas wajib bagi saya sebelum kembali berkutat dengan pekerjaan. Ada perasaan damai saat kedua mata ini memandang lurus kedepan, tanpa tahu apa sesungguhnya yang saya pandangi. SAya biarkan pikiran ini terbang beberapa saat hingga tiba di saat saya berhasil menciptakan dunia baru dimana di dunia ini hanya ada saya tanpa ada mahluk lain.. Selama beberapa saat saya biarkan sistem kerja otak kanan saya mendominasi seluruh sistem kerja otak kiri, saya nikmati dunia baru yang saya ciptakan lewat kekuatan otak kanan. Di dunia khayal ini saya bebas tertawa dan menangis sendiri, saya bisa berteriak sekencang pita suara ma...

Malaikat

Sembilan tahun yang lalu Tuhan telah mengirimkan seorang malaikat kecil berkerudung untuk mengajarkan saya hal paling manusiawi yang bisa dilakukan oleh seorang manusia. Malaikat kecil itu telah mengajarkan saya bagaimana rasanya menangis, seperti apa rasanya air mata yang hangat jatuh tergenang di kedua kelopak mata kita untuk kemudian jatuh dan mengalir diatas pipi kita, saya sadari bagaimana wajah kita tampak sangat normal dan berbeda ketika butiran-butiran air mata menggenang di selaput mata kita yang kemudian membuat merah kedua bola mata kita. Hari ini setelah sembilan tahun berlalu, Malaikat kecil itu kembali muncul masih dengan wujud yang menurut saya sempurna, dengan kerudung dan kulit putihnya, badan kurus dan cara berjalan yang terburu-buru. Rupanya hari ini Tuhan kembali mengirimkan Malaikat itu untuk kembali mengingatkan dan mengajarkan saya tentang sisi lain dari hidup yang biasa saya pahami. Hari ini Dia mengajarkan saya tentang rasa sakit dan kehilangan. Malai...

Ruang Paralel

Ruang dan waktu sebagai dimensi utama dalam sebuah kelangsungan hidup manusia menyebabkan manusia dapat mengalamai satu peristiwa pada satu waktu tertentu disatu ruang tertentu. Pertandingan sepak bola jam 09:00 di lapangan Rio de Jainero. Tabrakan mobil beruntun jam 09:00 di Cipularang. Hujan jam 09:00 di alun-alun Bandung. Luna Maya bernyanyi di Cianjur jam 09:00 Seluruh peristiwa, sepak bola, pemilihan Tabrakan mobil beruntun, dan hujan sampai Luna Maya bernyanyi terjadi dalam satu ruang dan waktu tertentu. Tidak mungkin ditempat lain terjadi peristiwa yang sama yang melibatkan komponen-komponen yang sama dalam waktu yang sama. Tidak mungkin pada jam 09:00 itu Luna Maya bernanyi di Surabaya, karena saat itu dia berada di Cianjur. Mungkin saja di tempat lain ada pertandingan bola, tetapi tentu bukan pertandingan yang melibatkan tim yang sama di lapangan yang sama. Tidak mungkin dialun-alun Bandung pada pukul 09:00 tersebut trun salju. Begitu pula dengan tabrakan beruntun, mungkin saj...

Antara Bhineka Tunggal Ika, Kemajemukan, dan Trend Paket Hemat

Masih tergambar jelas dalam ingatan hari dimana saya untuk pertama kalinya berseragam sekolah putih merah, hari dimana saya harus masuk keruang 9, ruangan untuk kelas anak kelas satu. Diliputi dengan perasaan asing dan malu-malu kucing, ketika sebelah kaki saya melangkah masuk diikuti oleh tatapan mata mencari objek menarik , dan akhirnya mata itu terkunci patung kayu mencolok diantara dua gambar pemimpin Negara. Patung burung garuda dengan tulisan “Bhineka Tunggal Ika”. Saya sadari betapa besar harapan dari sang penggagas semboyan Negara itu. Beliau sadari kemajemukan yang tercipta di negeri ini, dari sabang sampai merauke berjajar pulau-pulau yang sambung menyambung dengan beragam kebudayaan dan pemikiran. Mungkin harapan beliau-beliau hanya ingin melihat timbulnya rasa persaudaraan, timbulnya satu rasa memiliki terhadap negeri ini. Lihatlah hari ini kemajemukan itu kian terlihat, beragam suku bangsa dan kebiasaan berbaur dalam satu alat transportasi yang sama. Di ti...