Menarik mendengar album kedua dari Sore yang bertajuk Ports of Lima, dari materi album ini. “Bogor biru” diplot menjadi lagu pembuka pada aLBum ini. Seperti mengajak kita untuk mengenang indahnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Lagu berlanjut pada tembang “Senyum dari selatan” kemudian dilanjutkan dengan tembang yang sedikit mendayu dayu “Merintih Perih”. Dilanjutkan dengan tembang yang juga dijadikan soundtrack film Quickie Express “Essensimo” tembang-tembang terus berlanjut samapai pada akhirnya kita tidak pada lagu yang menjadi favorit saya “setengah Lima” yang membuat kita tidak sadar telah memutar balik lagu ini pada cd player kita. “Karolina” akhirnya menjadi lagu penutup dari album yang tepat untuk didengarkan saat sore hari sekitar pukul 16:30 sambil membaca buku favorit ditemani wangi teh melati dan goreng pisang.
Tanggal 15 January 2011 lalu di Braga Cafe And Craft berlangsung acara Meet and Greet with Munthe. Acara yang di gagas oleh Mbak Arien (Lady Underground Bandung) ini berlangsung dari pukul 19:00 - 22:00. Banyak audience dari kalangan media, musisi, orang awam (Red: non praktisi musik dan media) yang datang ke acara ini, beberapa diantaranya adalah eks gitaris Turtle Junior, Vokalis Cherry Bombshell, dan beberapa musisi underground asal Bandung serta praktisi musik tradisional. Sempat pikir oleh saya kalau bukan karena percintaan bodoh mungkin band yang saja manajerin (stupid accent) sudah bisa sebesar itu. Memiliki penggemar dan pendukung yang loyal yang memasang karya-karya band tersebut dalam pemutar MP3 nya. Tapi ya sudahlah mungkin memang begitu seharusnya. Di acara ini Munthe memainkan beberapa karyanya yaitu: 1. Shinking 2. I Love Bali 3. Perfect Hard Love 4. The Sun Has Sunset 5. Through The Sky 6. Moonshine On The Sky 7. Flower City Call 8. Running A Hard Breath 9. Pure 10. U...
Comments