Skip to main content

Berlibur

Suatu hari kita akan berlibur bersama,
Berdua saja..

Berjalan bergandengan tangan menyusuri bibir pantai Kuta
Kita membiarkan sisa-sisa ombak membasahi kedua kaki kita yang telanjang
Memandangi mentari yang perlahan pergi
Meninggalkan sisa-sisa sinarnya dilangit yang perlahan kelabu

Suatu haru kita akan berlibur bersama
Berdua saja
Memandangi sang mentari terbit dari puncak gunung Bromo
Mengagumi lembutnya sinar yang perlahan menerangi langit yang semula hitam
Kita berdua duduk bersandaran seakan hari esok tidak akan pernah tiba
Tersenyum karena kita berdua

Suatu hari kita akan berlibur bersama
Berdua saja
Bersepeda mengelilingi sudut-sudut kota Paris
Memohon seseorang asing untuk mau mengambilkan foto kita di depan menara Eiffel
Kita tersenyum dan tertawa
Kita bahagia karena kita berdua

Suatu hari kita akan berlibur bersama
Berdua saja
Kalau kamu tidak sibuk.

Comments

Popular posts from this blog

tes kepribadian

Jangan curang dengan mengintip terlebih dahulu jawabannya. Otak kita itu seperti parasut. Bekerja dengan baik jika dalam keadaan terbuka. Sangat menyenangkan untuk dilakukan, tapi Anda harus mengikuti instruksinya secara perlahan-lahan. Ucapkan keinginan Anda sebelum memulai tes! Perhatian !!!! Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pilihan hati Anda sendiri. Hanya terdapat 4 pertanyaan dan jika Anda mengintip semua sebelum Anda menyelesaikannya, Anda tidak akan mendapat jawaban yang jujur mengenai diri Anda. Arahkan ke bawah secara perlahan, jawablah semua tes secara berurutan dan jujur. Jangan mengintip pertanyaan nomor berikutnya jika belum menjawab jawaban yang di atasnya. Gunakan pensil dan kertas untuk menulis jawaban Anda! Anda akan memerlukannya pada saat ingin mengetahui jawaban yang jujur tentang Anda. Semua jawaban akan menceritakan banyak hal tentang Anda sendiri. Jangan takut, ini hanya tes personality Dalai Lama .... :)) PERSONALITY TEST : Ingat tulis jawab...

Menunggu Hujan Reda

Dua orang wanita yang duduk beberapa meter di depan saya tampak berdiskusi alot tentang meriahnya sebuah pesta, mereka membahas tentang teman mereka yang mabuk, tentang pakaian si A, pakaian si B, dan tidak lupa mereka juga membahas kisah kasih asmara yang mungkin terjadi di pesta itu, entah pesta apa, entah dimana, dan entah pestanya siapa. Di sudut yang lain, dua orang tukang ojek yang sedang berteduh menunggu hujan reda, tampak berbincang tentang hari raya, tentang kemana mudiknya, bagaimana mudiknya, tentang anak mereka yang belum beli baju baru. Ada juga dua orang asing yang kebetulan duduknya sebelah saya, yang satu menceritakan bagaimana dia menaklukan beberapa wanita lokal dengan uang yang dia punya, yang satu lagi begitu antusias mendengarkan, seperti anak Sekolah Dasar yang kagum ketika guru mereka menceritakan tentang Jendral Sudirman.. Hmmph... 

mariana renata