Skip to main content

Lullaby

Lihatlah itu sayang, mentari telah beranjak pergi berganti bulan yang bersinar redup.
Kenakan piyamamu dan segera matikan lampu
Sudah saatnya kita untuk terlelap. Melupakan sejenak apa yang teringat. Mawar biru yang perlahan layu,
penelitian yang belum juga usai, harga diri yang melambung tinggi, hingga rasa sepi yang belakangan sering menghampiri.
Mari lupakan semua sejenak sayang.
Mari letakan semua dalam ruang dimana logika berkuasa
Ruang yang akan kita simpan sebentar saja

Bacalah doa lalu segera terlelap sayang
Menikmati hidup lewat mimpi indah
Tentang pelangi yang selalu tiba setelah hujan reda
Tentang mawar biru yang tidak pernah layu
Tentang kita

Esok hari ketika mentari kembali menyapa dan kedua mata kita perlahan terbuka
Mari kita buka kembali ruang dimana semua masalah tersimpan
Mari tersenyum walau kenyataan tak seindah mimpi kita tadi malam...


Bandung, malam rabu
Diiringi lagu gravity sambil minum kopi.
@fuadhsan

Comments

Popular posts from this blog

tes kepribadian

Jangan curang dengan mengintip terlebih dahulu jawabannya. Otak kita itu seperti parasut. Bekerja dengan baik jika dalam keadaan terbuka. Sangat menyenangkan untuk dilakukan, tapi Anda harus mengikuti instruksinya secara perlahan-lahan. Ucapkan keinginan Anda sebelum memulai tes! Perhatian !!!! Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pilihan hati Anda sendiri. Hanya terdapat 4 pertanyaan dan jika Anda mengintip semua sebelum Anda menyelesaikannya, Anda tidak akan mendapat jawaban yang jujur mengenai diri Anda. Arahkan ke bawah secara perlahan, jawablah semua tes secara berurutan dan jujur. Jangan mengintip pertanyaan nomor berikutnya jika belum menjawab jawaban yang di atasnya. Gunakan pensil dan kertas untuk menulis jawaban Anda! Anda akan memerlukannya pada saat ingin mengetahui jawaban yang jujur tentang Anda. Semua jawaban akan menceritakan banyak hal tentang Anda sendiri. Jangan takut, ini hanya tes personality Dalai Lama .... :)) PERSONALITY TEST : Ingat tulis jawab...

Menunggu Hujan Reda

Dua orang wanita yang duduk beberapa meter di depan saya tampak berdiskusi alot tentang meriahnya sebuah pesta, mereka membahas tentang teman mereka yang mabuk, tentang pakaian si A, pakaian si B, dan tidak lupa mereka juga membahas kisah kasih asmara yang mungkin terjadi di pesta itu, entah pesta apa, entah dimana, dan entah pestanya siapa. Di sudut yang lain, dua orang tukang ojek yang sedang berteduh menunggu hujan reda, tampak berbincang tentang hari raya, tentang kemana mudiknya, bagaimana mudiknya, tentang anak mereka yang belum beli baju baru. Ada juga dua orang asing yang kebetulan duduknya sebelah saya, yang satu menceritakan bagaimana dia menaklukan beberapa wanita lokal dengan uang yang dia punya, yang satu lagi begitu antusias mendengarkan, seperti anak Sekolah Dasar yang kagum ketika guru mereka menceritakan tentang Jendral Sudirman.. Hmmph... 

mariana renata