Skip to main content

Ulang Tahun


Bulan ini tampaknya ada banyak kenalan saya yang merayakan ulang tahun (KOMA) Ada teman lama saya (KOMA) teman baru (KOMA) teman dekat (KOMA) teman jauh (dalam artian jarak) (KOMA) beberapa mantan kekasih (KOMA) sanak saudara (KOMA) dan lain sebagainya (TITIK) Poin pentingnya banyak kenalan saya ulang tahun (TITIK)

Lalu apakah ulang tahun itu (3 TANDA TANYA) kenapa pula banyak orang memberi selamat saat kita berulang tahun (TANDA TANYA) Lalu kenapa orang yang berulang tahun itu tiba-tiba beresolusi tentang masa depan (TANDA TANYA) ada yang beresolusi ingin menikah(KOMA) dapat kerja di perusahaan multinasional(KOMA) membahagiakan orang tua(KOMA) lulus kuliah(KOMA) sehat walafiat dan resolusi-resolusi lain yang intinya ingin hidup lebih baik menurut kaca mata sang raja yang berulang tahun(TITIK) Lalu kenapa pula ada budaya traktir mentraktir sebagai bentuk rasa syukur dari orang yang berulang tahun(TITIK)

Apakah ucapan selamat itu di ucapkan karena bertambahnya umur kita(TANDA TANYA) Bukankah setiap detik umur kita bertambah(KOMA) kenapa saat seseorang genap berumur 37 dia menerima begitu banyak ucapan selamat(KOMA) tetapi ketika dia berumur 37 tahun lebih 59 hari dia tidak mengalami ucapan selamat(TANDA TANYA) Bukankah seharusnya ucapan selamat itu diberikan setiap saat(TANDA TANYA) ketika kita terbangun di pagi hari untuk kemudian mandi dan menggosok gigi setelah rehat sejenak menikmati sepotong roti dan segelas kopi(TITIK) Bukankah seharusnya ucapan selamat itu diberikan kapapun kita ingat(TANDA TANYA) ketika kita jatuh untuk kemudian tertimpa tangga dan mengalami sedikit cedera tanpa kehilangan nyawa(TITIK)

Lalu kenapa saat berulang tahun tiba-tiba seseorang ingin beresolusi(TANDA TANYA) Apakah memang ada baiknya beresolusi dan membuat keinginan saat isian kolom umur di biodata kita berubah angka(TANDA TANYA) Bagaimana jika saat berulang tahun kita belum ingin apa-apa dan belum tau ingin beresolusi apa(TANDA TANYA) Bukankah ide terkadang datang saat tidak terduga(TANDA TANYA) Saat mencium seorang wanita beraroma wafel dan keju(KOMA) saat kamu duduk bersandar pada porselen putih yang kemudian kamu tahu itu adalah tempat membuang kotoran(KOMA) saat kamu membaca surat al Ikhlas di shalat dzuhur yang sedikit terlambat di rakaat yang kamu sendiri lupa(TITIK)

Lalu kenapa juga orang yang berulang tahun cenderung di minta untuk mentraktir teman-temannya (TANDA TANYA BANYAK SEKALI, SEBANYAK ROMBONGAN HAJI (KALAU MAU, TAHU HITUNG SENDIRI))

Comments

Anonymous said…
Interesting!
alavya-shofa said…
pacar saya (TANDA SERU)

Popular posts from this blog

My favourite Movie Quotes

The mythology of Superheros Comic is not only great, it's unique. there's the superhero and there's the alter ego. Batman is actually Bruce Wayne, Spider-Man is actually Peter Parker. When that character wakes up in the morning, he's Peter Parker. He has to put on a costume to become Spider-Man and it is in that characteristic   Superman stands alone. Superman didn't become Superman, Superman was born Superman. When Superman wakes up in the morning, he's Superman.   His alter ego is Clark Kent. His outfit with the big red "S", that's the blanket he was wrapped in as a baby when the Kents found him. Those are his clothes. What Kent wears,the glasses, the business suit, that's the costume.  That's the costume Superman wears to blend in with us.   Clark Kent is how Superman views us. And what are the characteristics of Clark Kent? He's weak.. he's unsure of himself, he's a coward. Clark Kent is Superman's critique on...

Lebaran

Lebaran taun ini cukup berkesan, kedatangan orang-orang baru, semakin memperkaya cerita. Menghabiskan hari raya bersama Jihan mungkin salah satu ekspekstasi saya selama ramadhan kemarin. Jihan yang sekarang sudah hampir berumur dua tahun, Jihan yang sekarang memanggil saya "Pu", yang sudah bisa pura-pura jatuh lalu bilang "Aduh", yang sekarang selalu minta diputarkan video clip crazy frog kalo masuk kamar saya. Jihan yang selalu membawa keceriaan dalam keluarga saya. Terima Kasih.

Secangkir Kopi dan Teh Hijau...

Ini bukan tentang seberapa jauhnya jarak yang membentang antara kamu dan saya, ini bukan tentang bagaimana sulitnya saya dan kamu bertemu dan berbincang hanya sekedar menyapa dan bertanya ada apa. Ini juga bukan tentang nikmatnya segelas kopi dan teh hijau yang biasa kamu nikmati sambil membaca Nina Garcia ketika sore hari tiba dan menyapa. Ini tentang suatu sore dimana kita duduk bersama, sambil menikmati dinginnya kopi hitam dan hangatnya teh hijau, berbincang dan bercerita tentang betapa cerdasnya sang penemu sabun cuci berwarna merah, tentang ibu kota yang dipenuhi Super Mall dimana-mana, dan masa-masa sekolah yang kembali terulang di S2. Ini tentang bagaimana akhirnya kita bertemu, saling bertanya dan menyapa secara nyata. Ini tentang bagaimana saya akhirnya bisa memperhatikan kamu yang bercerita sambil sesekali membetulkan letak kaca mata, memperhatikan kamu yang sesekali tertawa ketika bercerita tentang bagaimana kamu mengemudi tanpa kaca mata. Ini bukan tentang ni...