Skip to main content

Posts

Balada Gigi si Tukang Becak

Kemarin saya medapatkan sebuah artikel bagus di republika.co.id ini saya copas artikelnya: Dia tak memperkenalkan nama. Hanya terucap usianya hampir melewati 70 tahun. Ceritanya mempesona, bukan karena pandai menggubahnya, tetapi saripati perjalanan hidupnya, membuat siapapun yang mendengar akan terbelalak, terkekeh, juga tersenyum pahit. Kakek itu, menghabiskan sisa umurnya di atas becak. Dikayuhnya tatkala seorang penumpang menyewa, dijadikan tempat tidur saat malam merambat. Jika perlu hiburan,, ditemani becaknya, ia bercengkrama di warung Pendopo Dalem, pasar Ngasem, persis dibelakang keraton Yogyakarta. Warung itu tempat berkumpul orang dari berbagai latar belakang kehidupan. Ada tukang becak, seniman dan masyarakat kecil lainnya. Di tempat yang ramah itu, dialog tentang ekonomi sulit, pengangguran, problematika kehidupan rakyat saling timbul. Mereka menumpahkan kegetiran hidup tanpa marah dan maki. Ditemani segelas kopi, sepotong pisang goreng yang kadang m...
“Anak kami, saat ayah dan ibumu ini mengetahui bahwa di sana kamu sedang berfikir keras tentang cara untuk membahagiakan kami, sesungguhnya kami seketika itupun sudah sangat bahagia. Cukuplah kiranya itu" -(Imajiner 15 : 2)-

The Legend

We Are The King of Italy

menulis

Beberapa minggu lalu, saya memutuskan untuk berhenti menulis sejenak, dengan harapan tercipta sedikit ruang untuk saya berkonsentrasi pada penelitian. Tapi yang terjadi saya semakin tidak bisa berkonsentrasi pada penelitian saya.